Master islamic studies

Posted: 15 Februari 2016 in umum / public
university of aberden uk :
tokyo university :
kyoto university :

kyoto university

Posted: 13 Februari 2016 in puisiku / my poem
  1. daftar jurusan islami http://www.asafas.kyoto-u.ac.jp/en/divisions-staff/divisions
  2. alur di kyoto university https://www.studykyoto.jp/en/life/
  3. how to life in kyoto https://www.studykyoto.jp/en/life/house/

good sites to study in japan

Posted: 13 Februari 2016 in puisiku / my poem
  1. Persatuan Pelajar Indonesia Jepang http://ppijepang.org/
  2. Japan Indonesia Network http://jin.co.id/
  3. Japan Study Support http://www.jpss.jp/en/
  4. Mext http://www.mext.go.jp/english/
  5. Jasso http://www.jasso.go.jp/en/index.html
  6. Study In Japan http://www.studyjapan.go.jp/en/index.html
  7. Monbukagaksuho untuk Master Degree http://www.id.emb-japan.go.jp/sch_rs.html
  8. mext indonesia http://beasiswamext.or.id/
  9. the university of edinburgh http://www.hotcourses.co.id/study/course/uk/islamic-and-middle-eastern-studies-mphil/52348630/program.html?nationCode=88&nationCntryCode=88
  10. beasiswa tobacco http://www.jpss.jp/id/scholarship/755/
  11. beasiswa ppi jepang http://beasiswa.ppijepang.org/

Tokyo University

Posted: 13 Februari 2016 in puisiku / my poem
  1. daftar professor http://www.ioc.u-tokyo.ac.jp/eng/faculty/
  2. alur pendaftaran http://www.u-tokyo.ac.jp/en/prospective-students/grad_admissions.html
  3. graduate school of humanities http://www.l.u-tokyo.ac.jp/eng/graduate/overview.html
  4. school of humanities overview http://www.u-tokyo.ac.jp/en/academics/grad_humanities_sociology.html

KRS Semester III

Posted: 5 Agustus 2014 in puisiku / my poem

KRS Semester III

Kitab Ar-Risalah

Posted: 6 Februari 2014 in Buku / book

arrisalah

Rincian Product

 

Judul : Ar-Risalah
Penulis : Imam Asy-Syafi
No ISBN : 978-979-592-5842
Kategori : Ar-Risalah Imam Asy-Syafi’i
Cover : Hard Cover
Isi : 446
Ukuran : 15.5 x 24.5
Berat : 1000 gr
Harga : Rp 88.000,00
Diskon : 15 %
Harga Netto : Rp 74.800,00

Ar-Risalah

Jalaluddin Al-Suyuthi berkata, “Disepakati bahwa Asy-Syafi’i adalah peletak batu pertama ilmu ushul fikih yang lengkap dan independen. Dia orang pertama yang menulis ilmunya secara tersendiri.” Imam Ahmad bin Muhammad bin hambal menyatakan, “Dulu, fikih itu terkunci pada ahlinya saja, hingga kemudian Allah membukakannya dengan Asy-Syafi’i.”

Demikianlah, melalui kitab Ar-Risalah, Imam Asy-Syafi’i telah meletakkan pondasi pertama penulisan dan kodifikasi ilmu ushul fikih, menjelaskan ketentuan-ketentuannya ini serta memperjelas gambarannya. Di dalam Ar-Risalah, Imam Asy-Syafi’i berbicara tentang Al-Qur’an dan penjelasannya. Dia pun mengemukakan bahwa banyak dalil mengenai keharusan berargumentasi berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Imam Asy-Syafi’i menulis Ar-Risalah dengan teliti, mendalam, setiap pendapatnya didasarkan dalil, dan mendiskusikan pendapat yang berbeda secara ilmiah, sempurna, dan mengagumkan. Sehingga kitab Ar-Risalah ini menjadi rujukan penting para pakar dan ulama. Siapa pun yang membaca dan menelaahnya, maka dia akan mendapatkan ilmu dan wawasan luas dalam kajian fikih. Imam Al-Muzani (salah satu murid Imam Asy-Syafi’i) pernah mengatakan, “Selama lima puluh tahun aku mendalami kitab Ar-Risalah, dan setiap menelaahnya, aku mendapatkan tambahan ilmu yang belum kuketahui sebelumnya.” Semoga kita semua pun dapat mengambil manfaat darinya.

Kisah 5 Pengembara

Posted: 10 Desember 2013 in motivasi / motivation

sumber : http://kisahmotivasihidup.blogspot.com/2013/12/kisah-lima-pengembara.html

Alkisah, di sebuah negeri antah berantah, hiduplah lima orang pengembara. Kelima orang ini sudah banyak mengunjungi berbagai kota di negeri tersebut. Meski begitu, bagaimana mereka melakukan perjalanan mereka tidaklah sama. Setiap pengembara memiliki cara berjalan mereka sendiri, yang membuat mereka memiliki kekhasan tersendiri.

Pengembara yang pertama selalu berjalan sambil melihat lke atas. Karena ia mengembara sambil melihat langit, ia sering salah mengambil jalan, membuat dirinya tersesat. Terkadang, ia juga memperoleh luka yang tidak perlu akibat menabrak hal yang sepele.

Pengembara yang kedua, sebaliknya, selalu berjalan sambil melihat ke bawah. Karena selalu melihat tanah itulah ia sering melewatkan berbagai toko. Padahal, toko itu dapat ia gunakan untuk menyuplai bekal perjalanannya dan juga memperbaiki berbagai perlengkapannya yang semakin lama semakin aus.

Pengembara yang ketiga selalu berjalan sambil melihat ke belakang. Karena selalu melihat ke belakang itulah ia sering tidak sadar bahwa ia sebenarnya memiliki kemampuan untuk memilih ketika ada percabangan jalan, dan menganggap bahwa jalan yang ia tempuh adalah jalan yang tidak bercabang.

Pengembara yang keempat selalu berjalan sambil melihat ke kanan dan kiri. Karena selalu melihat ke kanan dan kiri itulah ia menjadi pengembara yang paling lambat dibanding yang lain. Itu karena dia selalu menghampiri setiap toko yang kebetulan dia lihat.

Pengembara yang kelima selalu berjalan sambil melihat ke depan. Karena selalu melihat ke depan itulah ia selalu yakin dengan pilihan jalurnya dan enggan mencoba jalur yang lain. Padahal, jalur yang ia tempuh itu sering dibilang berbahaya oleh pengembara lain.

Kelima pengembara ini melambangkan beberapa sifat buruk yang seharusnya dihindari manusia.

Pengembara yang selalu melihat ke atas melambangkan sikap rendah diri dan tidak pernah puas. Mereka selalu membandingkan dirinya dengan orang lain yang lebih baik dari mereka, dan saat mereka mendapati dirinya ternyata inferior, mereka mulai merasakan sakit yang tidak perlu, yang disebabkan oleh rasa iri hati. Mereka juga merasa bahwa apa yang mereka perbuat tidak akan cukup, dan oleh sebab itu, mereka selalu berusaha untuk memuaskan keinginan itu, menjadikan diri mereka orang yang tamak. Sifat-sifat ini menjadikan mereka sering mengambil tindakan yang salah dalam hidup mereka.

Pengembara yang selalu melihat ke bawah melambangkan sikap sombong. Mereka selalu merasa bahwa diri mereka lebih baik dibandingkan orang lain, dan oleh sebab itu, selalu merendahkan orang lain. Selain itu, karena merasa bahwa diri mereka sudah hebat, mereka sering menolak kesempatan untuk belajar karena gengsi, padahal kesempatan itu sangat mungkin sebenarnya begruna bagi kehidupan mereka.

Pengembara yang selalu melihat ke belakang melambangkan sikap menyesal. Mereka selalu merasa bahwa pilihan yang mereka buat salah, berkata “Seandainya saja…”, dan berpikir bahwa hidup mereka tidak seharusnya seperti ini. Bahkan, mereka sebegitu larutnya dalam penyesalan, sampai-sampai mereka merasa bahwa hidup mereka tak berguna lagi. Sebagai akibatnya, mereka gagal melihat alternatif yang ditawarkan oleh kehidupan.

Pengembara yang selalu melihat ke kanan dan kiri melambangkan sikap menunda pekerjaan. Mereka tidak mampu menahan keinginan mereka untuk melakukan berbagai kegiatan sampingan, membuat kegiatan utama mereka justru terbengkalai. Akibatnya, banyak waktu yang terbuang, dan mereka menjadi orang yang tertinggal dibandingkan dengan orang lain.

Pengembara yang selalu melihat ke depan melambangkan sikap keras kepala. Mereka selalu merasa bahwa diri mereka paling benar, menjadikan mereka seorang yang berpikiran sempit dan tidak toleran. Dalam benak mereka, yang paling penting adalah opini mereka, sementara opini orang lain adalah salah, bahkan meskipun opini orang lain itu mengandung kebenaran.

RENUNGAN:

Karena itu, jadilah pengembara yang dapat melihat ke mana pun, tahu kapan harus melihat, itu dan seberapa lama atau sering kita melakukannya